Selasa, 20 Desember 2011

BERITA / PENGUMUMAN




LEGOWO MENGADAKAN
WORKSHOP
PENYUSUNAN PROPOSAL PENGABDIAN KEPADA MAYARAKAT

  
Forum Layanan Ipteks Bagi Masyarakat Perguruan Tinggi  (FLIpMAS) ”LEGOWO” bekerja sama dengan  DPPM Universitas Muhammadiyah Malang; LPM-Universitas Negeri Malang; LPPM: Universitas Brawijaya, Universitas Widya Gama; Universitas Wisnu Wardhana; Universitas. PGRI Adi Buana; Politeknik Negeri Malang; UPN. Veteran JATIM, Universitas Machung; STIE Malangkucekwara; Perguruan Tinggi Swasta Lumajang; Agro Indonesia PemKab/PemKot Se Jawa Timur. Akan menyelenggarakan Workshop Penyusunan Proposal Pengabdian Kepada Masyarakat dan tema yang diusung dalam kegiatan ini adalah: PERAN FORUM LAYANAN IPTEKS BAGI MASYARAKAT (FLipMAS) DALAM PENINGKATAN  MUTU PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BERBASIS WILAYAH

Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut kebijakan Dirjen Dikti perihal desentralisasi pengelolaan program pengabdian kepada masyarakat  ke 12  wilayah Perguruan Tinggi di Indonesia. FLipMAS Legowo mengawali dengan mengerahkan potensi reviewernya yang berpengalaman melaksanakan pengabdian sejak tahun 1994,  untuk memberikan pendampingan kepada Dosen-Dosen Perguruan Tinggi di Jawa Timur dan sekitarnya  dalam penyusunan proposal yang berkualitas sesuai dengan kearifan dan potensi wilayah  (SDA; SDM; Industri). Reviewer yang bergabung dalam Legowo  berkewajiban memotivasi dosen Perguruan Tinggi, untuk  menyusun proposal yang sesuai dengan visi, misi, ketentuan administrasi, jenis program PPM yang dikelola DITLITABMAS, CSR, ataupun Pemkot/Pemkab.

     Tujuan Workshop ini adalah membimbing peserta Workshop dalam membuat Proposal Pengabdian Kepada Masyarakat seperti Proposal Iptek Bagi Masyarakat (IbM), Iptek Bagi Kewirausahaan (IbK), Iptek Bagi Kewirausahaan Kampus (IbIKK), Iptek Bagi Produk Ekspor (IbPE), dan Iptek Bagi Wilayah (IbW). Melalui berita  ini, kami mengundang para Dosen Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta, baik atas nama lembaga maupun pribadi, untuk berkolaborasi dalam penyusunan proposal berbasis kewilayahan.

            Rencananya kegiatan workshop akan dilaksanakan  selama 2 (dua) hari yaitu pada hari Rabu  tanggal 25 Januari 2012 mulai jam 13.30 – 22.00 dan hari Kamis 26 Januari 2012 mulai pukul 08.00 – 12.00 bertempat di Hotel Palem Sari Jl. Raya Punten  No. 2 Batu.  Kontribusi  Peserta Workshop per orang:
1.    Pengurus/anggota Flipmas Legowo dana sebesar Rp. 250.000,- (dua ratus lima puluh ribu rupiah)
2.    Umum: dana sebesar Rp.450.000,- (empat ratus limapuluh ribu rupiah).
Catatan:
Umum: pembayaran yang dilakukan sebelum tanggal 15 Januari 2012, hanya Rp.350.000,- (tigaratus limapuluh ribu rupiah)
Fasilitas selama workshop meliputi: konsumsi selama workshop;  Penginapan ( 1 kamar untuk 2 peserta) ;   Sertifikat ; Workshop Kit ; Layanan konsultasi 2x setelah workshop di Kantor Sekretariat “FLIpMAS LEGOWO” Jalan Raya Tlogomas 246 Malang (DPPM  Universitas Muhammadiyah Malang).

            Biaya pendaftaran dapat diserahkan di :
1.  Kantor Sekretariat “FLIpMAS LEGOWO” Jalan Raya Tlogomas 246 Malang (DPPM  Universitas Muhammadiyah Malang) setiap jam kerja, kepada sdr Afif Setiawan (staf pendaftaran).
2.  Tranfer ke rekening bank : an. Panitia Workshop Pemetaan Wilayah dan Penyusunan Proposal Pengabdian Kepada Masyarakat PPM. No. Rekening BNI  0140595597 Cabang Malang
An Dyan Djuwitaning Rini
Pendaftaran dapat dilakukan secara langsung di Panitia Workshop, Kantor Sekretariat “FLIpMAS LEGOWO” Jalan Raya Tlogomas 246 Malang (DPPM  Universitas Muhammadiyah Malang), atau melalui e-mail : legowoflipmas@yahoo.com  Telp: 0341464318 ; Fax 0341435 / 0341460782 Mobile 087859907623.  pada setiap hari kerja : Senin-Jumat Pk. 08.00 s/d  15.00. WIB. Pendaftaran akan ditutup pada tanggal 24 Januari 2012 pukul 15.00. WIB. Peserta dibatasi  100 orang.

            Pelaksanaan workshop ini diawali dengan penjelasan tentang : Kebijakan PPM DITLITABMAS; Pemkab/Pemkot; Selanjutnya peserta diskusi/menyusun proposal sesuai minatnya masing-masing. dibagi menjadi 10 orang/kelompok yang didampingi seorang instruktur/reviewer. Rencana pembicaranya adalah:
1.          DITLITABMAS Ditjen DIKTI
2.          Prof. Dr. Sundani N.S. (Pakar Prodikmas)
3.          Ir. Gatot Murdjito, MSc. (Pakar Prodikmas)
4.          Bapeprov, Bapekab/Bapeko
5.          Pimpinan Program CSR Perusahaan/BUMN

INFORMASI TRANSPORTASI
Bagi peserta dari luar pulau atau luar daerah, panitia memberi informasi tambahan tentang jadwal penerbangan  dan transportasi menuju ke arah  Hotel PALEM SARI   Jl. Raya Punten No.2.  BATU Telp.0341-591219.

Malang- Jakarta
Sriwijaya jam 08.35.SJ251; 12.25.SJ247; 14.25.SJ247
Batavia jam 11.50Y6-244.
Garuda jam 10.50 GA291;


Jakarta - Malang
Sriwijaya jam 06.40.SJ250; 10.30.SJ246.
Batavia jam 09.45.Y6-243
Garuda jam 08.40.GA290; 11.00.GA292

Keluar Bandara dapat menggunakan taksi bandara menuju Hotel PALEM SARI  Jl. Raya Punten No.2. BATU.
Tiket pesawat segala jurusan dapat dipesan pada sdr. IIN (trevel Domestik) No.HP. 03418145430; 081233455233; 081334347477.

Sabtu, 17 Desember 2011

PROFIL

ASMI CITRA MALINA SPi. M Agr, PhD

PERENCANAAN  TERINCI  SETIAP  PENGAMBILAN  KEPUTUSAN

            “Secepat angin, Seanggun rimba belantara, Menjarah bagaikan api, Kokoh bagaikan gunung” istilah ini tepat ditujukan bagi FLipMAS Mamiri Makassar yang dinahkodai seorang wanita muda yang energik Asmi Citra Malina, Dosen Universitas Hassanudin Makassar. Ia yakin dengan perencanaan yang seksama dan terinci, maka akan digapai kemenangan dalam setiap pengambilan keputusan. Itu sebabnya dia selalu melakukan perencanaan yang terinci dalam setiap langkahnya agar FLipMas Mamiri bisa berkiprah bagi masyarakat dengan menjalin sinergitas dengan Pemda dan CSR perusahaan.

            Sekilas penampilannya lebih banyak bercanda dengan tawanya yang renyah, tetapi siapa sangka ibu muda dari tiga orang anak kelahiran Alor Star, Malaysia Barat 28 Desember 1972 ini cukup gesit dalam mengambil keputusan.Sehingga dalam waktu  yang singkat FLipMAS Mamiri melesat bagai angin dalam melaksanakan pengabdian bagi masyarakat di Provinsi Sulawesi Selatan. Nah…, bagaimana dia mampu menahkodai Forum Layanan Ipteks Bagi Masyarakat yang anggotanya LPM dan dosen dari berbagai Perguruan Tinggi di Sulawesi Selatan ini? Berikut wawancara Agro Indonesia yang diundang khusus pada  Pertemuan FLipMAS tingkat nasional di Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Makassar beberapa waktu yang lalu.

            Kendati seorang wanita anda nampaknya tidak mempunyai hambatan untuk menjadi nahkoda bagi FLipMas Mamiri?
            O…hambatan tentunya pasti ada, tetapi saya berusaha meminimalisir hambatan itu. Yang penting bagi saya adalah menjalankan tugas dengan baik dan kegiatan ini harus selaras dengan kegiatan saya di kampus. Keyakinan saya terhadap perjalanan FLipMAS memang mengalahkan segalanya, karena itu saya bersemangat sekali agar FLipMAS mampu menciptakan produk yang spesifik wilayah tetapi tetap ada inovasi disana.
            Apa yang anda maksud dengan spesifik wilayah?

Jurnal Aplikasi Iptek FLipMAS Olahbebaya




Cover_Vol_1Samarinda – Sesuai dengan program kerja Flipmas Olahbebaya, pada Bulan Oktober 2011 akan memiliki Jurnal Ilmiah Aplikasi Ipteks Bagi Masyarakat. Jurnal perdana telah terbit dengan sampul khas Kalimantan Timur (berlatar belakang Rumah Adat Lamin dan Batik Kaltim) berisi 8 artikel yang terdiri atas 7 artikel hasil pelaksanaan kegiatan pengabdian pada masyarakat dan 1 artikel gagasan tentang pengembangan Teknologi Informasi.
Jurnal Olahbebaya merupakan jurnal ilmiah aplikasi ipteks yang berisi kegiatan pengabdian kepada masyarakat dan atau gagasan inovatif yang berkaitan dengan aplikasi ipteks bagi masyarakat. Terbit berkala 2 (dua) kali setahun, yaitu April dan Oktober.
Bertindak sebagai Ketua Dewan Penyunting adalah Prof. Dr. Hj. Eny Rochaida, SE., M.Si. (Ketua LPPM Universitas Mulawarman) dan didampingi oleh Ibu Tuti Nugrahini (Ketua LPPM Universitas Widya Gama Mahakam). Sebagai penyunting pelaksana dikoordinir oleh Addy Suyatno (KPH Flipmas Olahbebaya), dibantu oleh Nursobah (STMIK Widya Cipta Dharma), Anis R. Utary (Fakultas Ekonomi Unmul), Maridi M. Dirdjo (STIKES Muhammadiyah) dan Indah Fitri Astuti (FMIPA Unmul).
Sebagai penyunting ahli berjumlah 5 orang yang tergabung dalam Mitra Bestari, berasal dari berbagai Perguruan Tinggi di Indonesia antara lain Arief Hermawan (Universitas Teknologi Yogyakarta, Yogyakarta), Adi Sutanto (Universitas Muhammadiyah, Malang), Ineke Pakereng (Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga), Rahmat Gunawan (Universitas Mulawarman, Samarinda), dan Yusuf Rumbino (Universitas Nusa Cendana, Mataram).
Untuk sementara waktu, sekretariat jurnal berkantor di LPPM Universitas Mulawarman Jalan Kerayan Nomor 1 Kampus Gunung Kelua, Samarinda – Kalimantan Timur. ( by Addy Suyatno, dr Olahbebaya)

Rabu, 23 November 2011

PENANAMAN PADI DENGAN IPAT BO DI SAMBU RAIJUA


Sabu Raijua - Nusa Tenggara Timur, Pertanian Pangan

Pengembangan Sistem Inovasi Daerah (SIDa) merupakan program utama Kementerian Riset dan Teknologi (KRT) 2010-2014. Program pengembangan SIDa pada prinsipnya mengupayakan bagaimana hasil-hasil litbang yang telah dihasilkan oleh lembaga litbang dapat diterapkan oleh penggunanya yaitu masyarakat, Pemda, dan industri. Agar aliran teknologi dari pengembang teknologi ke pengguna teknologi dapat berjalan dengan baik, maka perlu memperhatikan kapasitas adopsi penggunanya.

Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kapasitas adopsi pengguna adalah dengan melakukan kegiatan workshop dan pelatihan. Demikian hal yang disampaikan oleh Sahat Manaor Panggabean, selaku Kepala Bidang Pemetaan Kompetensi Lembaga Litbang, KRT pada acara Workshop Pemulihan dan Peningkatan Produksi Pangan pada Lahan Sub Optimal di Kabupaten Sabu Raijua, NTT pada tanggal 15 Juni 2011. Tim dari KRT didampingi oleh pakar dari Universitas Cendana, Politani Kupang, dan penemu metode Intensifikasi Padi secara Aerob Terkendali Berbasis Organik (IPAT-BO) yang juga Guru Besar Ilmu Tanah Fakultas Pertanian Universitas Padjajaran, yaitu Tualar Simarmata. Selanjutnya disampaikan juga bahwa pengembangan SIDa dilakukan dengan dua tahap, yaitu membuat sistem dan mengembangkan model.

Pengembangan model SIDa dapat dilakukan dengan pendekatan Government Procurement atau Framework Condition. Pengembangan model SIDa hendaknya disesuaikan dengan potensi sumberdaya alam setempat. Khusus untuk Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur, pengembangan model SIDa dapat diarahkan kepada pengelolaan lahan sub optimal untuk mendukung ketersediaan dan kemandirian pangan daerah. Pengelolaan lahan sub optimal dapat dilakukan dengan dua pendekatan yaitu menggunakan berbagai varietas yang adaptif dengan kondisi lahan sub optimal atau menerapkan berbagai teknologi yang dapat meningkatkan kesuburan lahan dari yang sub optimal menjadi optimal untuk mendukung kegiatan budidaya pertanian.

Minggu, 13 November 2011

AGENDA AKHIR TAHUN FLipMAS



“ Menjelang akhir tahun jangan sekali-kali berhasrat beristirahat. Sebab pada saat menapaki tahun 2012 akan susah take-off. Minimal posisikan semangat dan pikiran pada level steady state”. Begitu bunyi milis SNS sang komandan F1 untuk segenap elemen FLipMAS di Indonesia. Seluruh. FLipMAS Wilayah diharapkan sudah menyusun Program Kerja Tahun 2012 dan diupload di   pertengahan November 2011, dengan mencermati program FLipMAS Wilayah, FLipMAS Indonesia bisa berimprovisasi menata program kita bersama, diharapkan Program FLipMAS Indonesia pada pertengahan Desember 2011 sudah bisa diupload.

Milis lain sang Komandan diperuntukan pada FLipMAS Wilayah yang sudah menerbitkan jurnal aplikasi ipteks dan juga yang segera menerbitkannya untuk menyelenggarakan workshop penulisan artikel  jurnal aplikasi. Beberapa hal penting yang perlu segera  direspons adalah sebagai berikut: 

1. Menyusun panitia pelaksana workshop penulisan artikel jurnal aplikasi ipteks (maksimal 5 orang) 
2. Menetapkan instruktur penulisan artikel (maksimum 3 orang) 
3. Mengundang maksimum 50 peserta dengan kriteria sudah pernah atau sedang melaksanakan program ppm (mono maupun multitahun, jika lebih dari 50 peserta, prioritaskan pelaksana multitahun) 
4. Pelaksanaan paling lambat 10 Desember 2011 di kampus yang bersedia melaksanakannya (PTN atau PTS) 
5. Karena dananya swakelola dan tanpa dana perjalanan, maka seluruh peserta diharapkan membiayainya sendiri. Dana tidak dikirimkan ke PT pelaksana workshop 
6. Konsentrasikan pelaksanaan workshop di FW sehingga dapat menekan biaya perjalanan 
7. Produk workshop adalah artikel yang siap dimuat dalam jurnal FW (sudah selesai diedit dan siap cetak pada akhir bulan Desember 2011) .

Di akhir milis SNS menjelaskan, karena keterbatasan dana, mungkin hanya 4 FW yang dapat dilibatkan kali ini. Dana tersedia sebesar Rp 50 juta,- . Juga menekankan dalam penyelenggaraannya agar  FW untuk berkoordinasi dengan LPM setempat .  Kita berharap workshop penulisan jurnal aplikasi iptek dapat menjadi stimulator lahirnya tulisan-tulisan aplikasi iptek yang sangat dibutuhkan beberapa jurnal aplikasi iptek agar bisa tumbuh menjadi jurnal yang terakreditasi. Bagi prodikmas yang memiliki karya yang hendak dipublikasikan tapi tidak bisa menjadi peserta workshop, penjelasan dan bimbingan  bisa  dilakuka melalui komunikasi dengan pengelola jurnal FLipMAS. 

Sabtu, 15 Oktober 2011

MONEV PROGRAM PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT TH 2011



Sebagai tindak lanjut pelaksanaan program Pengabdian kepada Masyarakat Tahun 2011 Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DP2M) akan melaksanakan monitoring dan evaluasi pelaksanaan program pengabdian masyarakat mulai tanggal 17 – 19 Oktober 2011 bagi Program Multi Tahun dan tanggal 20 – 22 Oktober 2011 untuk program Mono Tahun. Kegiatan monitor dan evaluasi itu pelaksanaaannya terpusat di 53 kota, melibatkan 137 perguruan tinggi dengan 354 proposal Mono Tahun berupa IbM (Iptek bagi Masyarakat) saja, sedangkan untuk program Multi Tahun pelaksanaannya terpusat di 35 kota adapun jumlah perguruan tinggi yang terlibat berjumlah 73 dengan jumlah 180 proposal berupa IbIKK (Iptek bagi Bisnis Kampus) berjumlah 63 proposal, IbW (Iptek bagi Wilayah) berjumlah 26 proposal, IbK (Iptek bagi Kewirausahaan) berjumlah 32 proposal dan IbPE (Iptek bagi Produk Eksport) berjumlah 59 proposal.

Dalam proses monitoring dan evaluasinya  DP2M bekerjasama dengan LPPM/LPM atau UPPM Perguruan Tinggi pelaksana program,  sebelum kegiatan monitoring dan evaluasi setiap LPPM/LPM atau UPPM Perguruan Tinggi yang menaungi pelaksanaan program pengabdian juga diberi kewenangan melaksanakan monev internal. Hasil monev internal merupakan sumber informasi dan harus menjadi sumber rujukan klarifikasi pemantau. Aktivitas monev internal PT yang koordinatif dengan PT lainnya se wilayah akan memberi nilai tambah bagi perguruan tinggi pelaksana sendiri, data monev internal bisa menjadi sumber rujukan perbaikan, rujukan lahirnya permasalahan baru,  serta bisa memberi pemahaman sejauh mana program pengabdian PT telah ikut memecahkan permasalahan wilayah bersama-sama PT lainnya.   

Pada tahun ini program pengabdian mono tahun yang berjumlah 354 IbM yang tersebar (anggap saja) di 53 wilayah dengan melibatkan 137 perguruan tinggi bila benar-benar merujuk pada permasalahan wilayah maka akan menjadi proses yang sangat berarti bagi perbaikan wilayah, akan sangat bagus bila IbM selalu beriring dengan IbW. Pada program multi tahun untuk tahun  dari total 180 proposal lebih dari 30 %  berupa IbIKK (63 proposal) disusul IbPE (59 proposal), IbK (32 proposal) dan IbW (26 proposal).

Menyimak paparan ketua FLipMAS bahwa kunci aktifitas pengabdian ke depan ada di program IbW (baca karena pengabdian mesti berakar pada permasalahan masyarakat pada kontek wilayah) maka kita bisa apresiasi beberapa wilayah yang garapan IbWnya cukup tinggi yaitu Aceh (12 proposal), Makasar (10 proposal), Palu, Lampung (9 proposal), Denpasar, Mataram-Kupang, Jakarta (7 proposal),  Yogya (5 proposal), Jawa Timur (4 proposal), Semarang, Bandung (2 proposal), dan Bogor (1 proposal). Selamat untuk FLipMAS Leuser, FLipMAS Mammiri, FlipMAS Hetfen semoga kinerjanya tetap terjaga, untuk FLipMAS yang lain semoga segera menyusul.  Mudah-mudahan monitoring dan evaluasi tahun ini nantinya bisa sekaligus untuk mengetahui program pengabdian mana berkait dengan permasalahan wilayah termasuk untuk program pengabdian lainnya. Akan bagus, bila ada sinergisme juga antara program IbIKK, IbK dan IbPE dengan harapan pengembangan wilayah dan merupakan solusi permasalahan wilayah.    

Minggu, 09 Oktober 2011

Workshop Pengabdian Kepada Masyarakat Tahun 2011




Menyusul kebijakan desentralisasi Dirjen Dikti atas program penelitian yang pengelolaannya telah diserahkan ke perguruan tinggi, program PPMpun harus segera mempersiapkan teknis operasional pengelolaan serupa meskipun dengan tetap memperhatikan terjaganya misi program. Untuk mendukung system pengelolaan desentralisasi PPM ke Perguruan Tinggi diperlukan kajian kinerja PPM Perguruan Tinggi minimal minimal 5 (lima) tahun terakhir.  Hasil kajian tersebut menjadi acuan pembangunan system pengelolaan PPM yang selanjutnya dikoordinasi dengan sistem keuangan Negara agar keberlanjutan program dapat terjaga.

Untuk mengantisipasi realisasi kebijakan desentralisasi PPM, perlu segera dipersiapkan reviewer yang memahami dengan baik seluruh program PPM Ditlittabmas dan juga reviewer-reviewer baru dalam jumlah yang signifikan sesuai dengan jumlah proposal PPM di setiap wilayah dan bahkan PT. Reviewer tertsebut harus dapat mengedepankan mutu kegiatan yang ditawarkan setiap proposal tanpa harus berkompromi terhadap individu atau kelompok pengusul.

Workshop PPM Tahun 2011 yang diselenggarakan di dua tempat yaitu Surabaya dan Jogjakarta pada tanggal 8-9 Oktober 2011 bertujuan: 1) menemukan solusi atas kebijakan desentralisasi Dirjen Dikti disamping, 2) menghasilkan reviewer IbM dan 3) mensosialisasikan struktur dasar artikel dan jurnal PPM 4) penyamaan persepsi Monitoring dan Evaluasi Program PPM. Sedangkan metode yang digunakan adalah: 1) focus group discussion 2) bedah proposal IbM dan 3) sosialisasi program.  Tim pengarah Workshop PPM adalah Suryo Hapsoro Tri Utomo (DIR.LITABMAS) dan Sundani Nurono Soewandhi (ITB).

Materi workshop PPM meliputi: 1). Kebijakan Umum Program Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat. 2). Penyajian Visi-Misi dan Alur Ekstraksi Program Ipteks bagi Masyarakat (IbM), Iptek bagi Kewirausahaan (IbK), Ipteks bagi Wilayah (IbW), Ipteks bagi Produk Ekspor (IbPE), dan Iptek bagi Inovasi dan Kreativitas Kampus (IbIKK). Juga dalam workshop disampaikan tentang perkembangan Forum Layanan Iptek Bagi Masyarakat (FLipMAS), yaitu sebuah wadah untuk menghimpun dan menggerakkan kemahiran professional pelaksana pengabdian kepada masyarakat Perguruan Tinggi dalam mengaktualisasikan peradaban masyarakat di wilayah NKRI. FLipMAS  memiliki visi mengintegrasikan dan mensinergikan kemahiran akademik, humanistic PROdikMAS dengan kearifan local dalam memandirika dan mensejahterakan masyarakat. Hingga kini ada 9 FLipMAS yang terbentuk yaitu: Ngayah (Bali), Hetfen (NTT), Mammiri (Makasar), Jagadhita (Jogja), Sabilulungan (Bandung), Legowo (Malang), Dianmas (Jawa Tengah), Olahbebayan (Kalimantan Timur), Leuser (Medan).

Dalam pembukaan workshop Ibu Desmelita, Pjs. Kasubdit Kreativitas dan Pengabdian kepada Masyarakat selain menekankan pentingnya kesiapan PT menghadapi desentralisasi PPM juga menyinggung hal lain yang belum terselenggarakan dengan baik sampai saat ini adalah ketersediaan Jurnal Aplikasi Ipteks yang dapat mewadahi seluruh tulisan yang bersumber dari karya-karya PPM di Indonesia dan berpeluang terakredisasi. Ada hal khusus yang hendaknya diperhatikan dalam hal ini karena belum ada criteria ataupun contoh jurnal semacam itu.