Jumat, 20 Juli 2012

REFLEKSI SATU TAHUN FLipMAS INDONESIA



                Tanggal 16 Juli lalu FLipMAS Indonesia genap berumur satu tahun, tak ada pesta tiup lilin tak ada dendang ‘happy b’day’ tak ada potong tumpeng atau bubur merah putih. Tetapi sebnelumnya  walau tidak juga menyinggung perihal ulang tahun, pada hari Rabu tanggal 11 Juli 2012 Wakil Ketua FLipMAS Indonesia Bapak Gatot Murdjito telah menandainya dengan tasyakuran menghidangkan bebek kremes dan sop buntut khas WR Njero Kampung ke para punggawa FLipMAS dari berbagai daerah yang kebetulan terlibat kegiatan Pekan Ilmiah Mahasiswa di UM  Jogyakarta. Hadir pada malam itu Ketua FI Bapak Sundani Nurono Suwandhi, Bapak Gunarso (Sekretaris FI), Ibu Marleen (Bendahara FI), Bapak Sondi, Bu Endang (FW Sabilulungan), Bapak Husain, Ibu Dewi, Ibu Nila, Ibu Retni (Jagadhita), Bapak Sardiana, Bapak Widyiana, Bapak Remawa, Bapak Sukarya (Ngayah), Bapak Mistaram (Legowo) dan penulis yang selain pengurus FI juga mewakili Legowo.
                Malam itu, tanpa sadar berisi ‘refleksi FlipMAS’ klop sebagaimana mestinya ketika kita beradea pada moment penting  hidup, misalnya pada saat ulang tahun yaitu dengan ‘berkaca diri’ berintropeksi. Ketua Flipmas Indonesia Bapak Sundani NS menyadari bahwa FLipMAS yang kelahirannya beliau yang membidani ini mulai banyak direspon masyarakat. Kenyataan sekarang FLipMAS menjadi sosok balita muda yang dipaksa menjadi  sosok dewasa yang sudah diberi banyak tantangan. Itu tidak lain karena FLipMAS lahir tepat zaman, muncul di mana masyarakat sedang butuh aktualisasi peran pengabdi yang powerfull, interkoneksitas dengan semangat keiklasan. Kerja sendiri dengan semangat dominasi, tanpa koreksi, tanpa inovasi sudah jenuh terjadi di masyarakat. Untuk itu kehadiran FLipMAS yang menawarkan pendekatan baru ‘menyalakan nalar bangsa’ dengan sinergitas professional pendidik masyarakat (Prodikmas) dari berbagai perguruan tinggi berbasis peta, potensi dan permasalahan  wilayah. Tanpa susah payah seperti mendirikan partai politik, dalam satu tahun FLipMAS INdonesiua sudah membentuk 15 FLipMAS Wilayah, yaitu :
1. FLipMAS NGAYAH (Wilayah Bali)
2. FLipMAS MAMMIRI (Wilayah Sulawesi Selatan)
3. FLipMAS JAGADHITA (Wilayah Yogyakarta)
4. FLipMAS SABILULUNGAN ( Wilayah Jawa Barat)
5. FLipMAS LEGOWO (Wilayah Jawa Timur)
6. FLipMAS DIANMAS (Wilayah Jawa Timur)
7. FLipMAS OLAHBEBAYA (Wilayah Kalimantan Timur)
8. FLipMAS HETFEN (Wilayah Nusatenggara Timur)
9. FLipMAS MARTABE (Wilayah Sumatera Utara)
10. FLipMAS FATAHILLAH (Wilayah Jabodetabek)
11. FLipMAS SEULAWAH (Wilayah NAD)
12. FLipMAS NTB (Wilayah Nusa Tenggara Barat)
13. FLipMAS ANOA (Wilayah Sulawesi Tenggara)
14. FLipMAS MAPALUS (Wilayah Sulawesi Utara)
15. FLipMAS NOSARARA-NOSABATUTU (Wilayah Sulawesi Tengah)

 FW Nosarara – Nosabatutu sebagai FLipMAS ke 15,  yang dari namanya bermakna ‘Bersaudara Sepenanggungan’ adalah FLipMAS Wilayah yang baru lahir pada  17 Juli 2012 jam 15.30 WIT, tepat satu hari setelah FLipMAS Indonesia berumur satu tahun. Maka kelahiran Mosarara-Mosabatutu merupakan hadiah ulang tahun yang  istimewa dari masyarakat Sulawesi Tengah bagi FLipMAS Indonesia.  Terlebih lagi, tradisinya ketika sudah terbentuk bukan euphoria suka cita yang kemudian tercermin pada umumnya, tetapi justru sikap gerak cepat yaitu dengan langsung mengadakan ‘rapat kerja’ dengan SKPD Kota Palu, menggagas program kerjasama membangun masyarakat kota Palu. Selamat bergabung prodikmas wilayah Sulawesi Tengah, selamat berjuang menyalakan nalar bangsa dengan semangat keiklasan.
  Pertemuan di Tegalrejo Jogjakarta selain membicarakan perkembangan FLipMAS Indonesia, FLipMAS Wilayah juga mengemuka harapan-harapan bagaimana FLipMAS ke depan semestinya dikembangkan. Yang jelas bahwa FLipMAS Indonesia sudah berbadan hukum, tiga pucuk pimpinan FLipMAS Indonesia (Sundani NS, Gatot Murdjito dan Gunarso) melegalkan FLipMAS pada notaris Yuasri Sarjana Hukum di Jogjakarta pada tanggal 20 Juni 2012. Dalam kontek pendirian ditegaskan bahwa FLipMAS Indonesia memiliki Visi : menjadi wahana andalan kaum intelektual dalam membudayakan dan mengaktualisasikan Peradaban Bangsa Indonesia di Masyarakat. Misinya adalah menyalakan nalar bangsa. Tujuannya: meningkatkan jumlah dan mutu kinerja PROdikMAS di seluruh Indonesia dalam melaksanakan layanan Iptek bagi masyarakat. Sifat kelembagaan FLipMAS adalah non politik dan hanya melaksanakan kegiatan yang berkaitan dengan kemandirian dan kesentosaan masyarakat. Dalam hal harapan peserta yang hadir, FLipMAS diharapkan bias tumbuh dengan mengedepankan kerjasana yang harmonis antar PROdikMAS, antar FLipMAS Wilayah termasuk tetap terus menjaga dan mengembangkan kemitraan yang baik dengan LPM dan DP2M dalam kegiatan pengabdian pada masyarakat.
 Menyangkut tantangan dan kendala kerjasama dalam pengembangan kegiatan pengabdian  pada masyarakat, diharapkan tiap FLipMAS Wilayah bias saling belajar dan tukar pengalaman. Pijakan pada penguasaan serta updating ‘peta wilayah’ harus terus dikuatkan, karena hakekat pengabdian pada masyarakat semestinya bersumber pada data problematika dan kebutuhan wilayah bukan ‘dropping’ program tanpa memahami peta wilayah specifik yang sebenarnya. Tantangan yang benar-benar ada di hadapan mata adalah kerjasama dengan Pertamina dalam ikut mengembangkan masyarakat di wilayah perbatasan NKRI, tentu keunggulan FLipMAS yang memiliki PROdikMAS di seluruh pelosok negeri diharapkan bisa menunjukkan ‘kinerja’ yang berbeda. Keanggotaan FLipMAS yang bersifat terbuka bagi siapapun yang ‘Profesional dalam Mendidik Masyarakat’, termasuk kategori anggota istimewa yang bisa aktif mendonasikan kekayaan intelektual dan hartanya dalam berbagai kegiatan FLipMAS.
Berkaca pada FLipMAS Wilayah yang nampak bisa aktif dan dinamis, FLipMAS-FLipMAS Wilayah yang stagnan dan yang baru berdiri harus terus berani berbenah. Tindakan reorganisasi bagi yang mengalami kemandegan harus cepat dilakukan, gerakan ‘pemeranan’ terhadap pengurus dan anggota harus terus diupayakan. Setiap FLipMAS Wilayah harus memiliki ‘tim inti’ yang terus menurus mampu menyisihkan waktu dan pikirannya untuk FLipMAS, kalau perlu tim inti ini konsisten ‘setiap hari’ walau sejenak ada waktu untuk memikirkan FLipMAS. Terus pelihara kegiatan yang bisa saling menyemangati, walau sederhana misalnya, kalau bisa dimulai dari mengembangkan suatu wilayah yang disepakati  untuk digarap bersama dan pemerintah daerah sangat mendukung, sambil terus lakukan pengayaan dan verifikasi pemetaan wilayah, pemetaan potensi prodikmas dan upayakan ada ‘bank proposal’. Sesungguhnya banyak hal lain yang bisa dilakukan, tapi setidaknya hal di atas yang sering mengemuka pada beberapa diskusi antar FLipMAS Wilayah.  Kuncinya kita harus terus bergerak dan maju ke depan dengan semangat kewilayahan, kehinekaan dan keiklasan. Selamat Ulang Tahun FLipMAS Indonesia, Maju Terus Nyalakan Nalar Bangsa.

Senin, 02 Juli 2012

FLIPMAS-KIMIA FARMA, FLIPMAS BARU, DAN LEGALITAS



FLIPMAS NGAYAH - KIMIA FARMA, TERUS BERGANDENG TANGAN BINA PETANI JARAK KEPYAR DI NUSA PENIDA BALI

Biji Jarak Kepyar
Dalam milistnya Ketua FLipMAS Bapak Sundani Nurono Suwandi mengabarkan bahwa Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) Kimia Farma sudah memastikan pelaksanaan penanaman jarak kepyar di Nusa Penida Bali dimulai bulan Juli ini dimulai dengan konrak kerjasama dengan koperasi petani Kepyar Mandiri dan di supervisi FI dan Ngayah. Kebutuhan riil Kimia Farma untuk biji jarak kering adalah 8.000 ton/tahun dan sekarang baru terpenuhi 10%nya. Tahap pertama akan digarap 100 ha lahan di Nusa Dua dan secara bertahap ditingkatkan. Untuk teman-teman Flipmas Wilayah yang juga berminat mengembangakan Jarak Kepyar di wilayahnya, tolong diperhitungkan data mutakhir berikut: harga biji jarak kering franco di semarang Rp 4.000,-/kg untuk peniriman sampai 30 ton. Lebih dari itu harga menjadi Rp 4.500,-/kg. Demplot dapat dibiayai Kimia Farma melalui dana pinjaman lunak dengan bunga sebesar 6% per tahun. Petani hanya bermodalkan lahan dan tenaga. Harga biji jarak kering di tingkat petani ditentukan bersama petani yang bergabung dalam koperasi. Melihat situasi kemarin di Nusa Penida, tanah berbatu seperti halnya Gunung Kidul juga potensial ditanami jarak. Meskipun demikian, keberadaan petani berpengalaman tentang tanaman jarak tampaknya sangat diperlukan. Ongkos kirim ke semarang dari Nusa Penida memperhitungkan harga sekitar Rp 1.000,-/kg sehingga ongkos kirim dengan truk bertonase 8 ton harganya menjadi Rp 8 jt.

FLIPMAS – BNPP, FW BARU DAN LEGALITAS 

Bapak Farnis dan Ibu Grace Soputan pada tgl 2 Juli 2012 kemarin sudah bertemu dengan teman2 di Sulawesi Utara yang dihadiri perwakilan 4 PTN dan 2 PTS. Pertemuan tersebut menghasilkan kesepakatan untuk membentuk Flipmas Wilayah Mapalus. Terimakasih banyak untuk Bapak Farnis dan Ibu Grace, setelah peta soal Sulut tersusun maksimal dan telah berwujud proposal untuk pertamina, Mapalus juga terbentuk. Selamat berjuang. Sementara itu di Kalimantan Barat, Ibu Yohana bergabung dengan staf BNPP menuju wilayah perbatasan kabupaten Bengkayang sejak Jumat sampai Minggu 1 Juli yang lalu. Data masih disusun Ibu Yohana. Tampaknya FW Kalbar-pun harus segera dibentuk untuk merespons peta persoalan yang akan tersusun segera. Mari kita dukung pembentukan FW Kalbar sepenuhnya.

Pada sisi yang lain, hari ini ada berita dari Ketua FI, beliau bersama Wakil Ketua dan Sekretaris bersama berada di Yogyakarta dalam rangka pengurusan ‘legalitas’ FLipMAS Indonesia. Pentolan FLipMAS Indonesia tersebut cepat merespon harapan FLipMAS-FLipMAS Wilayah yang sangat membutuhkan ‘legalitas hukum’ dalam rangka menyongsong harapan pemda-pemda dan CSR bergandeng tangan dengan FLipMAS dalam rangka mengembangakan masyarakat dan daerahnya. Mari kita doakan mudah-mudahan urusan dengan notaris tersebut bias berjalan lancar dan cepat selesai. Amin. 

Sabtu, 16 Juni 2012

FLipMAS KE 11, 12 dan 13 SEREMPAK TERBENTUK DI NAD, NTB DAN KENDARI



FLipMAS Makin Seperti Matahari : Selalu Ditunggu !!
FLipMAS kembali makin eksis mendorong gerakan pengabdian dosen PT di Indonesia dan pengaruhnya makin signifikan, dari suasana ‘adem ayem’ dan terkesan ‘berjalan sendiri-sendiri” kini mulai tergerakan di mana-mana dan makin mengukuhkan kinerja sinergis antara PT satu dengan PT yang lain. Ditambah adanya gayung sambut antara FLipMAS dengan beberapa Pimpinan Kepala daerah seperti misalnya FLipMAS Mammiri dengan Gubernur Sulawesi Selatan, FLipMAS Legowo dengan beberapa Pimpinan Daerah kabupaten di Jawa Timur, FLipMAS Dianmas dengan Pemerintah Jawa Tengah, FLipMAS Jagadhita dengan Pimpinan Daerah Istimewa Jogjakarta terutama daerah Gunung Kidul. Belum lagi kini CSR pun mulai tertarik bekerjasa, sebut saja Kimia Farma, Sampuna, Pertamina dan lain-lainnya. Daerah-daerah mulai terstimulasi mandiri ingin membentuk FLipMAS, sebut saja Papua, Nangru Aceh Darusalam, Sulawesi Utara  dan bisa jadi akan akan banyak terbentuk di daerah-daerah.

Di NAD beberapa waktu yang lalu tepatnya tanggal 8 Juni 2012 Prof. Syamsul Rizal, Guru Besar dan mantan Ketua LPM Unsyiah telah mengadakan rapat bersama teman2 beliau yang aktif di masyarakat. Beliau sangat mendukung pembentukan FLipMAS di NAD. Pada rapat tersebut akhirnya di NAD telah terbentuk FLipMAS NAD dengan nama SEULAWAH, yang diketuai oleh Prof. Dr. Nasir Azis yang saat ini menjabat LPM Unsyah dan Ketua Pelaksana hariannya Prof. Dr. Ir. Hasnuddin, MS. Kabar ini sangat menggembirakan karena di NAD banyak teman-teman kita yang siap mendukung kegiatan mensejahterakan masyarakat  bekerjasama dengan Pertamina. Mudah-mudahan Ketua-Ketua LPM PT di wilayah ini segera bergabung dan menyepakati pembentukan FW Seulawah dan menjadikannya sebagai wadah penerang nalar bangsa khusunya di bumi rencong kita.

Seperti yang baru saja terjadi, jelas merupakan penggambaran situasi di atas. Adalah atas prakarsa mantan Ketua FW Ngayah Bapak Sucipta yang sekarang menjabat Ketua Kopertis VIII Bali dan Nusa Tenggara, beberapa waktu yang lalu yaitu Kamis malam, tanggal 14 Juni 2012  pukul 20.00 wita 30 Ketua LPM dan sekitar 15 dosen se NTB bersepakat membentuk FLipMAS Wilayah NTB dan secara kebetulan Ketua FlipMAS Indonesia  sedang berada di Mataram untuk kegiatan sosialisasi PKM, LipMAS sehingga sekaligus memuluskan pembentukan FW NTB. Berdirinya FLipMAS ke 12 ini tidak lepas juga dari paparan Ketua FLipMAS Legowo Adi Sutanto disampaikannya beberapa saat yang lalu ketika bertugas ke NTB. Nama FLipMAS Wilayah NTB masih menunggu pertemuan berikutnya. Ketua FW NTB adalah ex officio Ketua LPM Unram (Bapak Edi yang juga hadir saat Hetfen diresmikan Rektor  Undana), Ketua Hariannya Bapak Dr. Chairun Nasirin (Stikes Mataram), Sekretarisnya Ibu Diah dari STIBA. Kepengurusan lengkap akan disusun segera. Luasnya wilayah NTB akan dikelola FW NTB meniru model Legowo. Dengan demikian, 12 wilayah NKRI sudah membentuknya. Hadirnya 38 dari 48 Ketua LPM (masing-masing membawa 1 dosen PT msg2) yang diundang Kopertis untuk menghadiri sosialisasi, mewakili wilayah Lombok Barat, Tengah, Timur dan Sumbawa Besar serta Bima memberi informasi berharga tentang lemahnya koordinasi antar PT dan keterbatasan PT dalam membantu menyelesaikan persoalan masyarakat. Mudah2an melalui FLipMAS sinergi kekuatan itu dapat diwujudkan. 

Menurut Ketua FLipMAS Indonesia melalui SMS, hari ini Minggu tanggal 17 Juni 2012, pukul 8.51 WIB atau 9.51 WITA ada kabar dari Bapak Rahman dari Unhalu via sms dan telepon, bahwa teman-teman di Kendari bersama Rektor dan Ketua LPM Unhalu sedang mengadakan petemuan pembentukan FLipMAS Wilayah Sulawesi Tenggara. Nama yang dipilih FLipMAS Wilayah ke 13 ini adalah 'ANOA', sebuah naman yang merepresentasikan keunikan wilayah ini. Mudah-mudahan apa yang menjadi spirit pemilihan nama tersebut dapat teraktualisasi  dan bergabung dan langsung kerja bergandengan dengan 12 FW lainnya di NKRI. Ketua FLipMAS Anoa adalah Dr. Ir. Sarawa Mamma. Terbentuknya FW di Sultra menghadirkan FW ke 13 dan akan sangat menolong memperluas akses dosen di wilayah itu untuk bekerjasama melaksanakan darma pengabdian kepada masyarakat. Kita tunggu bersama hasil pertemuan di Kendari Bapak Rahman. Terimakasih banyak dan maju terus.

Redaksi Blog FLipMAS Indonesia mengucapkan Selamat atas terbentuknya FLipMAS NAD, NTB dan Sulawesi Tenggara selamat bergabung dengan FLipMAS Wilayah lainnya dan Selamat Bekerja Menerangkan Nalar Bangsa. 

Jumat, 08 Juni 2012

FLipMAS, PERTAMINA DAN PENGEMBANGAN DAERAH PERBATASAN NKRI


Langkah setapak maju kembali dirintis FLipMAS Indonesia  membuktikan bahwa sesungguhnya peran FLipMAS tidak hanya bertumpu pada  program-program yang dibesut Direktorat Pendidikan Tinggi tetapi justru mengembangkan ke ranah ‘multi stakeholder link’ demi menyalakan nalar bangsa yang lebih berdaya. Dalam pembicaraan di Hotel Millenium, Rabu tanggal 6 Juni 2012 yang lalu, pengelola dana Pertamina  untuk kesejahteraan masyarakat meminta bantuan FLipMAS untuk ikut membantu membangun kemandirian kesejahteraan masyarakat di wilayah perbatasan. Aspek programnya focus di bidang pendidikan, kesehatan dan kewirausahaan.  

Untuk tahap awal Pertamina meminta untuk membantu masyarakat Sulawesi Utara. Menurut Ketua Flipmas Indonesia Sundani Nurono Suwandhi, karena di wilayah tersebut FLipMAS belum terbentuk  maka FLipMAS Mammiri yang akan bergerak dibantu prodikmas di Sulut yang sedang merintis FLipMAS, dan sebagai tradisi ‘kegotongroyongan flipmas’ maka segenap prodikmas FLipMAS wilayah lainnya diharapkan siap siaga bila diperlukan sesuai kepakarannya.    


Wilayah lain yang menyusul akan digarap adalah Nusa Tenggara Timur, maka dari itu FLipMAS Wilayah Hetfen harus mulai bersiap diri, setidaknya mulai memetakan permasalahan di wilayah perbatasan di wilayah NTT dan menggagas program penting menyangkut bidang Pendidikan, Kesehatan dan Kewirausahaan. Menurut Ketua FLipMAS bahwa Pertamina juga akan menggarap daerah perbatasan di Nangru Aceh Darusalam (NAD), pada daerah ini penanganan mungkin akan diserahkan pada FLipMAS NAD yang sedang dirintisnya bersama Prof. Syamsul Rizal mantan ketua LPM  Unsyiah  yang sangat mendukung pembentukan FLipMAS NAD. Gayung sambut di NAD jelas akan mendorong tergeraknya banyak prodikmas yang siap mendukung kegiatan mensejahterakan masyarakat bekerjasama dengan Pertamina di NAD.


Rupanya Pertamina tertarik pada FLipMAS karena kondisi ‘kebhinekaannya anggotanya, artinya mereka tertarik pada tradisi yang dikembangkan FLipMAS untuk selalu bahu-membahu bekerjasama antar dosen perguruan tinggi di wilayah tertentu bahkan antar daerah di NKRI ini, juga karena pengalaman orang-orang FLipMAS kerja di masyarakat melalui kegiatan Ditlitabmas. Pertamina juga menaruh perhatian pada program IbIKK, khususnya yang juga bisa melibatkan aktivitas perekonomian masyarakat di wilayah-wilayah tersebut. Hal positif sebagai tanggapan pihak ‘penyandang dana’ tersebut rasanya harus menjadi ‘energi siap kerja keras’ prodikmas penggerak FLipMAS di seluruh wilayah NKRI untuk membuktikan visi dan misi kita iklas bekerja di masyarakat.  


Dalam milist Ketua FLipMAS Indonesia bertutur : “bahwa di Jawa Tengah juga sedang dijajagi kemungkinan membangun kerjasama Pertamina dan DIANMAS. Menilik dari sisi kepercayaan mereka, maka peta persoalan wilayah sudah tidak bisa ditunda-tunda lagi keberadaannya di setiap FLipMAS. Peta ini yang diminta dari FLipMAS, jadi yang belum mulai bergerak menemukannya, jangan berlama-lama lagi untuk menyusunnya. FI sedang memetakan potensi PROdikMAS di seluruh wilayah NKRI karena ada atau tidak ada FLipMAS di wilayah itu lambat tetapi pasti FI akan diminta untuk membantu masyarakat di wilayah tersebut. Peta persoalan wilayah tidak hanya diperlukan pihak-pihak donor yang berempati pada masyarakat tetapi juga penting artinya bagi penyelenggaraan workshop penyusunan proposal. Dengan adanya peta persoalan wilayah terbuka peluang peserta untuk menyusun proposal memanfaatkan data tersebut. Selesai WS mereka diminta untuk berkunjung ke mitra masing2 sesuai draft proposal yang disusun. WS sebaiknya dilaksanakan mulai bulan November s/d Februari atau paling lambat Maret setiap tahunnya sehingga FI tidak pontang panting mengisi acara tsb. Hendaknya juga mulai dipertimbangkan menugaskan teman2 FW untuk mengisi acara WS di wilayah lain sebagai acara pertukaran pengalaman antar wilayah. Tanpa terjun langsung seperti itu, pemahaman kita akan misi program tidak terasah dengan baik. Untuk IbW kita perlukan RPJM di masing-masing wilayah; untuk UMKM kita perlukan data Dinas terkait. Meski kita maklumi data itu kurang sahih, itu tugas FW memverifikasinya. Mari kita lakukan itu semua dengan penuh semangat jangan ditunda-tunda lagi. Jangan lupakan misi FLipMAS: MENYALAKAN NALAR BANGSA”. 

Kamis, 31 Mei 2012

PELATIHAN PENGABDIAN BERMUTU DAN BERDAMPAK


PPM Seperti Mengelola Lebah ?

Gagasan penyelenggaraan Pelatihan Pengabdian Yang   Bermutu dan Berdampak lahir kurang dari waktu satu bulan FLipMAS Jabodetabek lahir, inisiator dan penyelenggara adalah DRPM UI yang pelaksanaannya akan dilakukan pada tanggal 19-20 Juni 2012. Disimak dari materinya sangat menarik, tentu kegiatan ini akan menarik PROdikMAS untuk mengikutinya. 


Pengabdian masyarakat, salah satu Tridarma Perguruan Tinggi (PT) yang semestinya merupakan satu kesatuan dengan dua darma yang lain, belum memperoleh apresiasi secara memadai. Hal itu dapat diketahui dari data DIKTI sampai dengan tahun 2010 kurang 5% populasi dosen dan kurang dari 1% guru besar yang aktif melaksanakan pengabdian masyarakat. Demikian pula besarnya alokasi dana PPM di DP2M masih berkisar sekitar 15% dari alokasi dana riset dosen.  Alokasi tersebut belum mampu ditingkatkan sampai mencapai 20-25%.  Sebaiknya para dosen juga harus mempersiapkan program pengabdian masyarakat yang bermutu dan berdampak serta memberikan manfaat/perubahan kea rah yang lebih baik di masyarakat. Hal ini tentunya tidak mudah untuk diwujudkan, untuk itu Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat Universitas Indonesia memandang perlu untuk membuat "Pelatihan Pengelolaan Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat yang Bermutu dan Berdampak".
Maksud dan Tujuan
Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kemampuan para pengabdi masyarakat menghasilkan program pengabdian masyarakat yang bermutu dan berdampak. Materi program ini didesain ntuk memberikan informasi dan keahlian dibidang-bidang yang dipandang krusial dalam penyelenggara program pengabdian masyarakat yang bermutu dan berdampak, yaitu:
  1. Menyiapkan keberlanjutan program pengabdian masyarakat secara mandiri
    Banyak kegiatan pengabdian masyarakat yang telah dilakukan tidak dapat bertahan lama dan bahkan hanya dilakukan pada saat pelaksanaan pelatihan, penyuluhan, batas akhir penyelesaian program atau kegiatan sehari saja. Dengan adanya kondisi tersebut, di sesi ini akan diberikan keahlian kepada para peserta mengenai: 
    • Bagaimana menyiapkan program pengabdian masyarakat yang dapat terus terlaksana di masyarakat hingga target tercapai
    • Bagaimana menyiapkan masyarakat atau mitra agar tidak bergantung kepada para pengabdi atau tim
    • Bagaimana menjalin kerjasama dengan pihak-pihak terkait agar kemandirian dan kesiapan masyarakat dapat bertahan dan program dapat terus dikembangkan
  2. Impact evaluation
    Berdasarkan hasil evaluasi dari program hibah pengabdian masyarakat yang telah berjalan selama tahun 2009-2012, ditemukan adanya program pengabdian masyarakat yang tidak memiliki dampak terhadap masyarakat. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui cara merancang program pengabdian masyarakat serta cara melihat dampak program yang dihasilkan.
  3. Managing various stakeholders
    Dalam melaksanakan program pengabdian masyarakat tim tidak dapat berdiri sendiri sehingga dibutuhkan keterlibatan para stakeholders agar program lebih efektif. Keterbatasan pengalaman dari para pengabdi serta sulitnya menjalin kerjasama dengan para pihak, membuat program menjadi tidak sustainabilty. Sesi ini akan difokuskan pada teknik pemetaan stakeholders dan bagaimana menjalin kerjasama sehingga dapat menghasilkan program pengabdian masyarakat yang lebih berkualitas dan sustainable.
  4. Penyusunan hasil program pengabdian masyarakat kedalam bentuk artikel ilmiah
    Artikel ilmiah hasil penelitian dengan artikel hasil pengabdian masyarakat sangatlah berbeda. Fokus pada sesi ini yaitu:
    • Jurnal apa saja yang dapat menjadi tujuan dari publikasi kegiatan pengabdian masyarakat
    • Strategi menulis artikel hasil pengabdian masyarakat agar dapat lolos untuk dipublikasi di jurnal internasional
    • Meningkatkan motivasi para dosen/pengabdi masyarakat untuk menulis artikel ilmiah hasil pengabdian masyarakat
    • Memberikan contoh-contoh artikel pengabdian masyarakat yang telah masuk di jurnal nasional dan internasional
  5. Engaging the mediaPasca program dibutuhkan laporan sebagai bentuk pertanggungjawaban. Selain itu dibutuhkan pula publikasi terhadap program yang telah dilakukan agar perhatian dapat difokuskan ke program sehingga dapat mendorong efek berikutnya seperti follow up program, funding baru, perluasan program, dll. Agar program bisa terlihat efeknya, maka dibutuhkan keahlian untuk melibatkan peran media massa yang menjadi fokus sesi ini.
  6. Memaksimalkan penggunaan kamera saku sebagai media pelaporan dan publikasi
    Foto memegang peranan penting dalam menggambarkan kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan. Padahal, tidak semua pengabdi masyarakat memiliki keahlian fotografi yang handal. Sesi ini difokuskan untuk menggali fasilitas-fasilitas yang ada pada kamera saku untuk menghasilkan foto-foto yang berkualitas tinggi yang dapat digunakan secara efektif untuk pelaporan dan publikasi.  
Ketua FLipMAS dalam emailnya kepada jajaran FLipMAS seluruh Indonesia mempersilakan anggota FLipMAS untuk mengikuti kegiatan tersebut. Sangat dimungkinkan pada kegiatan yang digagas DRPM UI ini sekaligus akan diadakan pertemuan Pimpinan FLipMAS Indonesia, FLipMAS Wilayah seluruh Indonesia untuk membahas peran dan gerak FLipMAS ke depan yang lebih berdaya. (Sumber: www.research.ui.ac.id/drpm/pengmas2012; Email Sunda94@gmail.com)    

Sabtu, 28 April 2012

FLipMAS HADIR MENYALAKAN NALAR BANGSA


Ketua FLipMAS Indonesia dengan Topi Ikat Masyarakat Adat Cireundeu  Cimahi


Rabu yang lalu  adalah Hari Lahir Ngayah Bali. Pada kesempatan seperti itu Ketua FLipMAS Indonesia Bapak Sundani Nurono Soewandi atas nama Bija Lompoa (Keluarga Besar) FLipMAS Indonesia telah menyampaikan Selamat Berulang Tahun melalui milis, semoga semakin dewasa dan sukses dalam dinamika pergaulan baik internal maupun eksternal Ngayah. Beliau berpesan untuk jangan lupa  terus bergerak penuh energi membantu MENYALAKAN NALAR BANGSA.


Pada berbagai kesempatan Ketua FLipMAS selalu menekakan bagaimana PROdikMAS perlu terus bersemangat, memahami masyarakat dengan tradisi-tradisi di dalamnya yang kadang 'Tidak Rasional', seolah ada kebuntuan jalan pemahaman yang nalar.  Kita diminta untuk bisa bekerja keras dengan iklas menyalakan nalar mereka,menyalakan nalar bangsa ini. Bersyukur semangat dosen untuk melakukan PPM mulai terstimulasi, terutama bila dilihat dari semangat penyelenggaraan Workshop Mandiri di berbagai FLipMAS Wilayah, Mulai penyelenggaraan di Mammiri (Sulawesi Selatan), Legowo (Jawa Timur), Jagadhita (Jogjakarta), Sabilulungan (Jawa Barat), Dianmas (Jawa Tengah), terus ada Klinik Proposal sebagai kelanjutan WS di Legowo, workshop lagi di Mammiri, Ngayah (Bali), Olah Bebaya (Kalimantan Timur), dan   FLipMAS Wilayah Leuser yang telah beralih nama menjadi MARTABE akan juga melaksanakan pada  4-5 Mei 2012 semoga sukses, ada informasi Paket dan Waket FI siap mengisi acara, WS sejenis juga akan dilakukan di Kupang tanggal 10-12 Mei 2012 yang diselenggarakan FLipMAS Hetfen sekaligus acara launching Hetfen oleh Rektor Undana. Semoga semua prodikmas yang telah bergulat dalam workshop di berbagai tempat itu diberi kesuksesan dan kehidupan bermasyarakat yang dinamis. Bahkan berdasar email Ketua FLipMAS Indonesia DP2M telah memberikan kesempatan penyelenggaraan Workshop Pembuatan Proposal di 45 Perguruan Tinggi di berbagai Wilayah di Indonesia. 


Keberagaman kegiatan FLipMAS di berbagai wilayah telah dicoba komunikasikan melalui komunikasi dunia maya pada blog ini,  juga ada beberapa FLipMAS daerah yang telah membuat hal yang sama seperti Ngayah, Mammiri, Jagadhita, Olahbebaya, Sabilulungan, Legowo yang semua juga bisa diakses melalui tautan di blog FLipMAS Indonesia ini. Upaya ini mesti dipelihara dan perlu DIHIDUPI TERUS agar orang-orang yang ingin tahu tentang FLipMAS, yang umumnya akan mencarinya di dunia maya akan terpuaskan tanda tanyanya. 

Kini respons pembentukan FLipMAS wilayah mulai bermunculan. Beberapa daerah seperti Ambon, Mataram, Sultra, Jambi, Sumsel, Lampung, DKI Jaya, Kalsel, Lampung, masih ditunggu kabar dari NAD, Kalbar, Sulteng, Papua adealah daerah-daerah yang tertarik untuk membentuk FLipMAS.


Setidaknya menurut penjelasan Ketua FLipMAS Indonesia akan ada  kelahiran 11 FW baru yang proses kelahirannya agak berbeda dengan 9 FW eksisting memerlukan pemikiran banyak PROdikMAS khususnya para reviewer PPM Ditlitabmas. Dari data kinerja PPM PT tercatat wilayah dengan kegiatan PPM yang cukup aktif adalah:

1) Papua Barat, Manokwari dan sekitarnya dikomandani Unipa, siapa PROdikMAS wilayah tsb yang mampu menggerakkan FLipmas?

2) Ambon, dikomandani Universitas Muhammadiyah Darussalam, pak Lamuria dapat dipercaya untuk menggerakkan FLipMAS

3) Sulawesi Tenggara, Kendari dan sekitarnya, dikomandani Unhalu, Ketua LPMnya siap membentuk FLipMAS
4) Sulawesi Tengah, Palu dan sekitarnya, dikomandani Untad dan Unmuh Palu, p Burhanuddin Nasir sudah dihubungi untuk membentuk FLipMAS tetapi belum merespons. Ada nama lain?
5) Kalimantan Selatan, dikomandani Unlam, p Abdul Samad (mantan LPM Unlam) dan p Pahmi sudah dihubungi. p Samad siap membantu
6) Kalimantan Barat, dikomandani Untan dan Unmuh Pontianak, belum dikenali siapa yang dapat dimintai tolong membentuk FLipMAS di situ
7) DKI Jaya, dikomandani UI, Ketua DRPM UI akan dimintai bantuan membentuk FLipMAS di wilayah ini
8) Sumsel, Palembang dan sekitarnya, dikomandani Unsri, pak Satria sudah siap membantu membentuk FLipMAS
9) NTB, Mataram dan sekitarnya, dikomandani Unram, pak Joniarta siap membantu, respons LPM masih ditunggu
10) Lampung dan sekitarnya, dikomandani Politeknik Bandar Lampung, ada nama yang bisa membantu?
11) Jambi dan sekitarnya, dikomandani Unja, ada nama PROdikMAS di situ yang bisa membantu? ada ibu yang sekarang sudah menjadi staf ahli Asisten II Pemda tampaknya cocok menjadi penggerak FLipMAS, lupa namanya
12) Sumatera Barat, Padang dan sekitarnya, dikomandani Unand, beberapa nama sudah dihubungi tetapi FLipMAS belum juga terbentuk...hehehe. Ada usulan nama untuk membantu kita?
13) NAD, Banda Aceh dan sekitarnya, dikomandani Unsyiah (FI mengusulkan kepada pak Edison Purba untuk mengubah nama Leuser mengikuti nama FW lainnya sekaligus melepas NAD untuk membantuk FLipMAS sendiri), ada nama yang bisa membantu kita?


Wilayah NKRI lainnya masih mengerjakan PPM secara sporadis dan tidak kontinyu. Untuk sementara ditinggal dulu. Untuk 9 FW eksisting dibutuhkan kontribusinya pada pembentukan 11 FW baru agar level spirit dan keikhlasan membantu masyarakat bisa dibawa pada level yang sama tingginya. Terimakasih salam. (Dikompilasi dari milist FLipMAS) 


Minggu, 08 April 2012

RENUNGAN KETUA FLIPMAS INDONESIA





KELALIMAN PUNGGAWA

INTROSPEKSI Baru setapak jalan panjang tahun 2012 dilangkahi, belum lega paru-paru ini menghisap oksigen, bangsa ini sudah didera berjuta risau …hujan badai menertawakan perancah besi-besi kekar yang tegak menawarkan kenikmatan dunia, mencibiri tebing-tebing, dataran-daratan yang dibuat congkak ketololan penghuninya. Puting beliung mengolok-olok sinis pohon-pohon.

Satrya bertafakur, sangat prihatin pada nasib bangsanya. Bagaimanapun aku harus bisa menemukan titik urai kekusutan syaraf yang sudah membuat semua mahkluk di Nusapilu ini megap yang hanya satu terbilang namun sejuta hilang. Air bah kehilangan arah, tumpah ruah tanpa peduli. Kepergiannya meninggalkan duka nestapa, noda kemanusiaan. Mungkinkah bencana semesta Nusapilu bercermin pada tingkah polah para punggawa, senopati, raja diraja negeri ini? Ataukah semesta mengisyaratkan nestapa jika tingkah polah merisaukan para punggawa, senopati dan raja diraja tak juga usai?

Hehehe........Huahahahuahaha Batara Narada terbahak-bahak saat menyadari Satrya termangu galau hatinya…haiii satrya…siapa dirimu itu sehingga tak mampu menilai kecongkakan-mu? Kemarin aku sampaikan bahwa seluruh kedukaan dan keluhanmu itu, alami sifatnya. Tak ada yang keliru. Kau tanya tentang kelaliman punggawa, senopati bahkan raja diraja negeri? Ya batara…Coba jawab satrya, dari mana para punggawa, senopati dan raja dirajamu mendapatkan gelaran yang kamu katakan intelektual itu? Hayo jawab…Padepo-kanku hai Batara…Naah, mengapa kamu masih saja bertanya, dari mana tabiat itu mereka dapatkan? Dari mana satrya? Padepokanku hai Batara. Dari mana datangnya ketidak pedulian mereka pada rakyatnya hai satrya? Padepokanku hai Batara…Kamu dan padepokanmu saja tak pernah menyapa, tidak pernah memikirkan apalagi mengurus rakyat ke luar dari kesengsaraannya. Yang kamu urus juga cuma kepeng. Mengapa masih juga kamu tidak paham? Tapi Batara, aku tidak pernah mengajarkan, aku tidak pernah memfatwakan, aku tidak pernah menyabdakan kelaliman itu, bagaimana lalu aku bisa dikatakan mewarnai tingkah polah para punggawa, senopati dan raja diraja ne-geri? huahahahuahahaha…hai satrya masih dungu saja kamu itu…

Guru dan Mahaguru itu tidak hanya ditiru ajarannya, sabdanya, tulisannya, ucapannya, tetapi juga tingkah polahnya! Kamu paham satrya? Guru dan Mahaguru itu mungkin tidak mengajarkan, tidak memfatwakan dan juga tidak menyabdakan. Tetapi mereka semua mungkin men-. Aku harus bisa membekuk semua setan agar tak pernah mampu membonceng di lingkaran lagi…sebab lingkaran tanpa setan, sejatinya adalah harmoni. Hugh tapi bagaimana caranya? Tercenung Satrya saat melangkah. Pikirannya jernih tapi hati-nya galau. Padepokan penghasil kaum intelektual menuding punggawa, senopati bah-kan raja diraja lupa pada ajaran Guru dan Mahagurunya. Guru dan Mahaguru bersabda penuh supata. Tak pernah aku ajarkan kedurhakaan membasmi semesta dan sesa-ma. Tak pernah aku fatwakan kerakusan dan ketamakan penista semesta dan sesa-ma. Juga tak pernah aku sabdakan kemur-tadan pada Sang Pencipta. Tetapi mengapa punggawa, senopati, raja diraja negeri Nu-sapilu lalim seperti ini? Contohkan satrya-mencontohkan perilaku itu kepada cantrik-cantrik

Energi bebas satrya yang meninggi membuat wajahnya membara, tubuhnya menggigil akibat cibiran batara Narada. Hanya sejenak, energi bebas satrya melintasi puncak maksimumnya. Mendadak dia tertawa terba-hak-bahak, terpingkal-pingkal, berlarian, berlompatan liar. Air matanya ikut berleleran. Garanya…haaah. Tidak adakah sengketa di padepokanmu? Tidak adakah pelecehan hak asasi manusia di padepokan-mu? Tidak adakah kerakusan di padepokan-mu? Tidak adakah ketamakan di padepokanmu? Tidak adakah sifat pamer di padepokanmu? Tidak adakah tim sukses di pade-pokanmu? Coba kau renungkan lagi, seluruh karakter buruk punggawa, senopati dan raja diraja negeri, tidakkah kau temukan seluruhnya itu di padepokanmu? Huahahahuahahaha… Satrya, kalau sifat alami manusia itu mencontoh fakta padepokan yang tidak kamu sadari kekeliruannya, mengkristallah dia menjadi sifat durjana tanpa kamu ketahui, tanpa kamu sadari… hehehe…Hayo bantahlah satrya…

Sang satrya semakin termangu, teringat akan pepatah nenek moyangnya sendiri…Guru kencing berdiri, murid kencing ber-lari…ugh. Narada segera menimpali suara batin satrya. Hai satrya, mungkin lebih tepat jika pepatah itu kamu ganti dengan – murid kencing berlari, guru terkencing-kencing - weeelaa. Padepokankah titik kusut itu? Lalu siapa setannya ya? hehehe Ah kemana perginya batara Narada? Batara yang satu ini kalau aku memerlukan buah pikirnya eee dia pergi tanpa pamit. Giliran nalarku ngeheng dia datang ngeledek. Aha masih ada yang membuatmu galau satrya? Ya batara…apakah produk teknologi itu me-mang dimanfaatkan untuk menghadap Sang Khalik? Apa maksudmu? Begitu banyak rakyat Nusapilu ini tewas gara-garanya! Huaha-hahuahaha satrya, kamu itu betul-betul naif. Di negerimu ini menunggang hewan jauh lebih aman dibandingkan membonceng – produk teknologi katamu? Mengapa begitu batara? Sebab hewan tahu berterimakasih satrya, karena itu dia mudah kamu kendalikan. Tetapi produk teknologimu itu tak pernah tahu berterimakasih. Jadi kamu dikendalikannya…hahaha…...., dia mendengar kabar dari radio bututnya, harga BBM naik untuk menolong rakyat miskin…hahaha…Satrya terus tertawa, sampai akhirnya ambruk pingsan… (Sundani Nurono Suwandhi, dikutip dari Tabloid Kenangan Maret 2012)