Jumat, 30 November 2012

PERTAMINA & FLipMAS MEMBANGUN DESA BERSAMA

Menurut Ketua FLipMAS Indonesia Bapak Sundani Nurono Suwandhi, upaya menerangi nalar bangsa sebagai misi FLipMAS makin nyata mulai teraktualisasi. FLipMAS Wilayah di pengujung bulan November 2012 bertambah menjadi 20 FLipMAS Wilayah, adalah FLipMAS TTAYO yang lahir 23 Nopember 2012 di Gorontalo dikomandani seorang ibu bernama Femi M Sahami dosen Universitas Negeri Gorontalo, sebelumnya 27 September 2012 di Papua Barat lahir FLipMAS Wilayah Papua yang diketua oleh dosen Universitas Muhammadiyah Sorong. Akankah di bulan Desember FLipMAS Wilayah yang lain akan lahir menambah deretan panjang gerakan PPM di seluruh wilayah NKRI ? Bisa saja terjadi, pergerakan pelahiran PROdikMAS, komunikasi saling menyemangati memungkinkan pelahiran yang cepat.....

Aktivitas bersama Pertamina menurut Ketua juga telah  dimulai, teman-teman PROdikMAS di berbagai daerah dan para Pendamping Penggerak Pembangunan Desa sudah berada di lapangan dengan beragam kondisiwilayah, masyarakat dan aparat desanya. Di Sulawesi Utara ada 10 Desa yang menjadi sasaran pembangunan, di Wilayah Sorong ada 20 Desa, NTT ada 24 Desa, Riau ada 10 Desa dan juga wilayah Jawa Tengah ada sekitar 20 Desa, jadi sementara total seluruhnya sekitar 84 Desa dari target yang dicanangkan bersama Pertamina untuk menggarap 100 Desa. Wilayah yang masih menunggu adalah Aceh, KalBar dan Banten.

Jadwal kegiatan bersama Pertamina setelah peresmian kegiatan di Kupang yang berlangsung 11-14 November 2012 adalah Pontianak Kalbar. Masih dalam lingkup tanggung jawab Pertamina Regional II, Indonesia Timur.  Pesan Ketua: Jangan lupa untuk melakukan gerak antisipatif dalam pembangunan Desa karena hasil serupa dengan pelaku non FLipMAS akan menyebabkan surutnya kepercayaan Pertamina kepada FLipMAS. Untuk itu koordinasi persoalan wilayah antara FW dan FI agar tetap dijaga. Pertamina akan merencanakan pertemuan dengan FW yang sudah berada di lapangan dan FI untuk menyatukan persepsi  dan langkah

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar